Minggu, 15 April 2012

ANTISIPASI GEMPABUMI

Sebelum Terjadi Gempabumi

A. Kunci Utama adalah

Mengenali apa yang disebut gempabumi Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempabumi (longsor, liquefaction, dll.). Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.


B. Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja Atau Belajar
  1. Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempabumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung;
  2. Belajar melakukan P3K;
  3. Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran;
  4. Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

C. Persiapan Rutin pada tempat Anda bekerja dan tinggal
  1. Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (dipaku, diikat, dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi;
  2. Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran;
  3. Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.




 
D. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempabumi adalah akibat kejatuhan material
  1. Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah;
  2. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi (misalnya lampu, dll.).







                                                                                                                                                
E. Alat yang harus ada di setiap tempat
  1. Kotak P3K;
  2. Senter/lampu baterai;
  3. Radio;
  4. Makanan suplemen dan air.







                                                                                                            
Saat Terjadi Gempabumi
A. Jika Anda berada di dalam bangunan
  1. Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll.;
  2. Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan;
  3. Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan;
  4. Dan usahakan agar jangan panik.








B. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka
  1. Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll.;
  2. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.













C. Jika Anda sedang mengendarai mobil
  1. Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran;
  2. Lakukan point B.
D. Jika Anda tinggal atau berada di pantai
  1. Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  2. Usahakan lari ke tempat yang lebih tinggi, seperti ke bukit atau gunung (bila tidak memungkinkan bisa di atas bangunan tinggi).








 E. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan
  1. Apabila terjadi gempabumi, hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

















Setelah Terjadi Gempabumi

A. Jika Anda berada di dalam bangunan
  1. Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib;
  2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa (tangga darurat);
  3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K;
  4. Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.







B. Periksa lingkungan sekitar Anda
  1. Periksa apabila terjadi kebakaran;
  2. Periksa apabila terjadi kebocoran gas;
  3. Periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik;
  4. Periksa aliran dan pipa air;
  5. Periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api, dll).










C. Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena gempa
  1. Karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.












D. Jangan berjalan di sekitar bangunan,atau tiang listrik
  1. Karena kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.















E. Mendengarkan informasi
  1. Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan);
  2. Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.











F. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi 












G. Jangan panik dan jangan lupa selalu berdo'a kepada Tuhan YME demi keamanan dan keselamatan kita semuanya












SKY CHORD by SHION TSUJI


I am not able to sing my honest song.
because i always end up adding decorations to its words.

since when did someone as lazy as i am learn to protect something?
What color does the sky you look at in the school yard look like you when you want the pure white clouds to turn black?

Don't leave me “sky chord”.
You would stay back then though.
I’ve lost you “sky chord”.
Even though its not anyone fault, i cry.

There must be more important things than becoming an adult for sure.
As long as i can't find those things i will never be able to become an adult.

I wanted to stay awake until daybreak while i was still a little prankish kid.
Now being chased by the time i don't even have an opportunity to sleep.

Don't leave me “sky chord”.
You would stay back then though.
I am losing you “sky chord”.
I want to tell you something.

There must be more important things than becoming an adult for sure.
As long as i can't find those things i will never be able to become an adult.

You say i can't stay like this forever.
I know that, lets start walking.
The words that were written for this song will never, ever be changed.

There must be more important things than becoming an adult for sure.
As long as i can't find those things i will never be able to become an adult.

I can't stay like a little kid.

sebuah lagu dari musisi jepang yang musiknya lembut, liriknya juga bagus dan memiliki makna yang baik, suara sang musisi juga nyaman...

Senin, 02 April 2012

PENERAPAN K3

Keselamatan dan kesehatan kerja mutlak harus dilakukan dalam perusahaan sebagai usaha mencegah dan mengendalikan kerugian yang diakibatkan dari adanya kecelakaan, kebakaran, kerusakan harta benda perusahaan dan kerusakan lingkungan serta bahaya-bahaya lainnya. Sasaran pencapaian pengelolaan K3 adalah nihilnya kecelakaan yang disertai dengan produktivitas yang tinggi sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai secara optimal.

Penerapan K3 adalah sebagai usaha penjabaran Undang-Undang No.1 tahun 1970 dari peraturan K3 lainnya dalam melakukan perlindungan terhadap aset perusahaan baik sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya. K3 sedah terintegrasi didalam semua fungsi perusahaan baik fungsi perencanaan, produksi dan pemasaran serta fungsi-fungsi lainnya yang ada dalam perusahaan. Tanggung jawab pelaksana K3 di perusahaan merupakan kewajiban seluruh karyawan maupun semua orang yang bekerja atau berada di lingkungan perusahaan.

Keberhasilan penerapan K3 didasarkan atas kebijakan pengelolaan K3 yang diambil oleh pimpinan perusahaan yaitu komitmen manajemen, kepemimpinan yang tegas, organisasi K3 dalam struktur organisasi perusahaan, sarana dan prasarana yang memadai, integritas K3 pada semua fungsi perusahaan dan dukungan semua karyawan dalam K3.

Pada proses penerapan K3 itu sendiri, perusahaan menggunakan filosofi dasar pelaksanaan K3 sebagai berikut :
  1. Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.
  2. Setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu jaminan keselamatan.
  3. Setiap sumber-sumber produksi yang digunakan secara efisien dan efektif.
  4. Pengurus / Pimpinan perusahaan diwajibkan memenuhi dan mematuhi semua syarat-syarat dan ketentuan K3 yang berlaku pada perusahaan dan tempat kerja yang dijalankan.
  5. Setiap orang yang memasuki tempat kerja diwajibkan mentaati semua persyaratan K3.
  6. Tercapainya kecelakaan nihil.
Sebagai dasar usaha pelaksanaan K3 dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan yaitu nihil kecelakaan adalah dengan adanya teori sebab terjadinya kecelakaan yang menyebutkan bahwa :
  1. 88 % kesalahan manusia (unsafe action) yang disebabkan kurangnya pengetahuan, kelalaian dan sikap meremehkan atau ketidaktahuan, memakai jalan pintas serta tidak mematuhi peraturan.
  2. 10 % kondisi tidak aman (unsafe condition) yang disebabkan peralatan pelindung tidak memenuhi syarat, peralatan yang rusak, bising, terlalu sesak, ventilasi dan penerangan yang kurang, house keeping yang kurang, pemaparan radiasi dan sebagainya.
  3. 2 % lain-lainnya (force major), misalkan gempa bumi dan peristiwa yang lain.
Batasan yang ada dalam usaha keselamatan kerja yaitu :

1. Safety (Keselamatan Kerja)
Safety (keselamatan kerja) meliputi 2 konteks yaitu konteks perorangan dan konteks perusahaan, dalam konteks perorangan merupakan upaya meminimalisasi kontak antara manusia dengan sumber bahaya terutama sebagai pencegahan orang terhadap bahaya yang dapat mengakibatkan penderitaan fisik. Sedangkan dalam konteks perusahaan merupakan kebebasan perusahaan dari bahaya yang dapat merugikan perusahaan baik dari segi keselamatan, kesehatan, keamanan dan pencemaran lingkungan.

2. Insiden
Suatu kejadian yang dapat merugikan perusahaan.

3. Kecelakaan
Sebagai suatu peristiwa yang tidak diharapkan, tidak direncanakan, dapat terjadi kapanpun, dalam rangkaian peristiwa yang terjadi karena berbagai sebab yang dapat merugikan fisik (luka / penyakit) terhadap seseorang, rusaknya harta milik perusahaan, hampir terjadinya usaha atau setiap kombinasi dari efek tersebut.

4. Kecelakaan Kerja
Kecelakaan yang dialami oleh seorang karyawan, semenjak ia meninggalkan kediamannya menuju tempat kerja selama jam kerja dan jam istirahat maupun sekembalinya dari tempat kerjanya menuju ke rumah.

Sasaran usaha keselamatan kerja mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :

1. Kemanusiaan
Berupa usaha untuk mencegah terjadinya penderitaan bagi tenaga kerja dengan demikian terwujudnya kenyamanan, gairah kerja dan kesejahteraan karyawan.

2. Ekonomi
Berupaya menghindarkan kerugian bagi perusahaan dan kegiatan produksi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

3. Sosial
Berusaha menciptakan kesejahteraan sosial dan memberikan masyarakat perlindungan terhadap bahaya-bahaya yang timbul akibat dari kegiatan perusahaan.

4. Hukum
Berusaha melaksanakan perundang-undangan yang berlaku dan ditetapkan oleh perusahaan.

Maksud dan tujuan K3 adalah memberikan arah dalam menerapkan Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Tujuan umum yaitu menciptakan sistem K3 di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang dapat terintegrasi dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat serta terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, efisien dan produktif.

Sedangkan tujuan khususnya antara lain :
  1. Meningkatkan kesejahteraan dan K3 karyawan.
  2. Mencegah terjadinya kejadian yang merugikan perusahaan akibat kecelakaan.
  3. Semua karyawan wajib memahami, menghayati dan bertanggung jawab atas pelaksanaan K3 dan menjaga kebersihan lingkungan.
Adapun pokok-pokok kebijakan K3 adalah sebagai berikut :
  1. Direksi berusaha untuk selalu meningkatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja bagi setiap orang yang berada di tempat kerja yang dapat merugikan perusahaan.
  2. Perusahaan menerapkan Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Permenaker No.5 tahun 1996 tentang SMK3 dan norma – norma di bidang K3.
  3. Setiap pejabat / pimpinan unit bertanggung jawab atas pematuhan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh setiap orang pada unit kerja.
  4. Setiap orang yang berada di tempat kerja wajib menerapkan serta melaksanakan ketentuan dan pedoman K3.
  5. Jika terjadi kecelakaan dan keadaan darurat atau bencana alam, seluruh karyawan wajib ikut melakukan tindakan penanggulangan.
Laporan Kerja Praktek "Studi Sistem Instrumentasi Pada Industri Proses"
Bab III Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
by Pradita Khalis Andhika 2011

Jumat, 23 Maret 2012

HADAPI SAJA by IWAN FALS


relakan yang terjadi
takkan kembali
ia sudah milikNya
bukan milik kita lagi

tak perlu menangis
tak perlu bersedih
tak perlu tak perlu sedu sedanmu
hadapi saja

pasrah pada illahi
hanya itulah kita bisa
ambil hikmahnya
ambil indahnya

cobalah menari
cobalah bernyanyi
cobalah-cobalah mulai detik ini
hadapi saja


reff
hilang memang hilang
wajahnya terus terbayang
berjumpa di mimpi
kau ajak aku tuk menari bernyanyi
bersama bidadari, malaikat dan penghuni surga

Minggu, 18 Maret 2012

NIAT HATI MENDAKI GUNUNG LAWU, APA DAYA BERAKHIR ROAD TRIP





lawu
Hari kamis 15 maret selepas isya ikut rapat rutin di mapala jurusan teknik fisika (AVANTE). Tema rapat adalah diklat angkatan 2011. Diputuskan akan dilakukan dengan cara mendaki gunung lawu dan disisipi pembelajaran dan uji kemampuan dan pemahaman materi ruang selama sebulan penuh sebelum pendakian. Karena itu perlu dilakukan survey mengenai segala hal yangberhubungan dengan gunung lawu. Yang tercakup untuk transportasi terdiri dari jadwal keberangkatan, harga, waktu tempuh. Lalu untuk pendakian sendiri meliputi perizinan, cuaca, suhu, dan kondisi medan terkini. Sedangkan untuk pembelajaran dan uji kemampuan terdiri dari navigasi darat, survival, manajemen perjalanan, PPGD.

karena sedang jenuh menghadapi tugas akhir dan memang rindu gunung (yang terakhir sepertinya alasan utama,hahaha...) langsung angkat tangan bersedia. Ternyata anas (ketua dewan pembina yang baru) juga langsung angkat tangan (motifnya mirip ternyata haha, gara-gara suntuk revisi laporan PKL). Sedangkan perwakilan panitia adalah rifqi. Survey disubsidi oleh AVANTE (asik naik gunung gratis, hahaha) untuk transportasinya.

Keesokan harinya 16 maret kami berangkat naik motor sekitar pukul 15.30 WIB. Niat awal sih naik kereta api prameks (jogja – solobalapan), bis umum (tirtonadi solo – pasar tawangmangu), angkot L300 (pasar tawangmangu – cemoro kandang). Apa daya karena waktu keberangkatan molor 6,5 jam (parah amat...) karena anas dan rifqi kuliah pagi dan siang. Karena perkiraan kami tak akan dapat bis umum jam segitu maka ya sudahlah road trip dimulai. Diiringi cuaca mendung kami berangkat dengan formasi anas dan aku naik motornya anas, rifqi sendiri dengan motornya.

Yang membuat sedikit terpingkal adalah nyasar di solo saat masuk kota (solo banyak banget jalan 1 arahnya. Buset dah... (-___-“)). Tujuan masuk kota sudah jelas yaitu menuju terminal bis tirtonadi untuk mengorek info mengenai tetek bengek tentang bis jalur solo – tawangmangu. Misi pertama selesai persis saat terdengar adzan maghrib.
terminal tirtonadi solo
UNS solo
Niat hati sholat jama’ di UNS, tapi nasib berkata lain karena kami tersesat (lagi?!?!? Tidak!!!!). setelah keliling-keliling akhirnya ketemu juga UNS pas adzan isya. Tapi bukannya sholat malah makan mie ayam hot plate (panggilan alam maklum :malu). Perut kenyang langsung cabut keluar solo. Ternyata saudara-saudari, kami tersesat lagi setelah masuk daerah palur. Kami baru tahu posisi kami saat bertanya dan ternyata kami berada 10km dari perbatasan solo – sragen (buset jauh amat nyasarnya... (T_T)). Kamipun sholat jama’ dulu sebelum melanjutkan perjalanan (tobat gan ceritanya :p).

Setelah putar balik 180º, kamipun kembali berkendara jauh hingga sampai (kembali) di daerah palur. Perjalanan akhirnya mulus sampai masuk ke karanganyar (alhamdulillah). Tapi saat jalan mulai menanjak tiba-tiba kabut pekat dan udara dingin lembab menghadang perjalanan kami.

Berkendara perlahan dalam pekatnya kabut ternyata membuat pikiran anas dan rifqi blank (what?!?!). anas menyetir sangat dekat dengan batas tepi jalan dan sering terperosok ke pinggir jalan yang tidak beraspal dan baru sadar saat kupukul agak keras kepalanya. Sedangkan rifqi berjalan persis di tengah jalan hingga harus kuteriakin minggir saat dijalur berlawanan muncul cahaya kendaraan atau saat kami disorot cahaya lampu kendaraan dari belakang. Sumpah kacau banget waktu itu hingga hampir sampai pasar tawangmangu (Aarrgghh (>_<)).
Tawangmangu
Di pasar tawangmangu kami kembali mengorek keterangan. Kali ini mengenai angkot L300 yang biasa membawa pendaki ke pos cemoro kandang atau cemoro sewu. Misi kedua selesai 21.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan menuju rumah simbahnya anas di plaosan. Perjalanan naik hingga cemoro sewu kemudian turun menuju plaosan kami lalui dalam ramai karena dingin menusuk tulang rasanya. Sampai rumah simbahnya anas sekitar 21.50 WIB langsung disambut teh panas dan peyek yang enak (karena aku suka peyek sih, hehe). Sembari ngaso kami ngobrol dengan simbah kakung hingga tak terasa sudah dini hari kami dipersilahkan tidur.

17 Maret setelah sholat shubuh, sarapan bubur ayam lauk gorengan, dan membersihkan badan maka kami berangkat dengan hati gembira karena akan segera naik gunung lawu. Perjalanan riang gembira dimulai, narsisme muncul, menikmati pemandangan indah di sekeliling kami yang tak kami jumpai kemarin karena matahari sedang dibelahan bumi yang lain. Tak terasa kami telah melewati perbatasan lagi setelah melewati pos cemoro sewu. Saat sampai cemoro kandang, semangat kami makin meninggi. Tapi sesuatu membuat kami bagai disambar petir.
pengumuman di pos cemoro kandang
Gunung lawu ditutup karena cuaca buruk (tidak!!!!!! (ToT)). Dengan gontai kami turun dari motor dan menuju basecamp AGL cemoro kandang untuk mengkonfirmasi tulisan tersebut. Ternyata telah seminggu lawu ditutup. Lemas sudah lutut kami hingga terduduk melamun di teras basecamp. Lama kemudian kami tersadar karena seekor anjing hitam berlari sambil menggonggong kearah kami. Saat sudah siap tuk langkah seribu kami kecele ternyata yang kami kira anjing liar teryata peliharaan AGL untuk keperluan SAR (jiah...).
anjing AGL
2 jam lamanya sampai 10.00 WIB kami bengong dalam dingin (17ºC di basecamp dalam kondisi matahari bersinar terang) dan sesekali memotret dan merekam situasi di pos cemoro kandang, terkadang juga tersenyum melihat tingkah anjing-anjing AGL di pelataran basecamp.
sampai cemoro kandang
basecamp AGL
tempat sembahyang
17 derajat celcius di basecamp
lapangan cemoro kandang

meninggalkan cemoro kandang

Setelah mengorek informasi tentang jalur cemoro kandang dan contact person AGL (meski anas sudah pernah mendaki jalur ini) kami menuju pos cemoro sewu. Ternyata via cemoro sewu jalur dibuka meski hanya sampai pos 3. Disinipun kami mengorek informasi jalur cemoro sewu dan contact person basecamp cemoro sewu (meski juga aku sudah pernah mendaki jalur ini).

basecamp cemoro sewu
cemoro sewu
Untuk mengobati rasa kecewa kami menuju sarangan untuk sekedar melepas penat dan lapar (kalau bisa sekalian ke air terjun,hehe...). 2 kali kami putari telaga mencari tempat parkir ternyata tak kami temukan (buset, tempat rekreasi ga ada parkiran motornya). Rata-rata motor parkir di area larangan parkir (jadi serba salah dengan negara ini). Jadi miris hati kami bertiga.
telaga sarangan
Akhirnya pikiran makin sumpek kami putuskan batal ke air terjun. Kami mencari warung yang rindang dinaungi pepohonan hutan. Tujuannya tentu makan sate ayam dan nasi bungkus jualan simbah yang dibawakan ke kami awalnya untuk makan siang di atas gunung. menikamti suasana sejuk dan perut kenyang membuat kami terlelap sebentar. Kami bangun lalu makan kacang rebus dan bekal pendakian kami sambil menikmati pemandangan telaga. Alhamdulillah kami masih bisa bersyukur menikmati indahnya alam negeri ini.
santai

pulau ditengah telaga

santai lagi
1,5 jam kami di sarangan hingga 12.30 WIB kami memutuskan pulang ke rumah simbah. Sampai rumah 13.00 WIB kami langsung tertidur kembali selama 2 jam. Adzan ashar membangunkan kami. Setelah sholat jama’, makan, packing maka kami berangkat pulang menuju jogja. Dilepas dengan senyum khas sosok sepuh kami meninggalkan plaosan.

Perjalanan melalui jalanan mendaki harus terhenti sejenak karena hujan tiba-tiba mengguyur membuat kami memakai mantel hujan. Menerjang hujan, melalui kabut tebal, menahan dingin yang menusuk tubuh dan mematikan rasa di ujung jari kami berkendara. Hingga akan masuk kota karanganyar kami diguyur hujan meski sudah tak sendingin saat diatas sana (hukum relativitas bekerja kawan...:D).

Melewati kota karangayar dengan lancar, kami kembali tersesat di solo (masyaAllah... lagi.... (T_T)). Berputar-putar dan bertanya pada orang dipinggir jalan malah makin membuat kami tersesat semakin jauh. Hingga setelah kesekian kalinya tersesat dan bertanya malah makin tersesat akhirnya 2 orang terakhir yang kami tanyai menjadi perantara pertolonganNya.

Kami keluar juga dari kota solo menuju klaten. Disepanjang jalan tak henti-hentinya kami menahan kantuk dan lelah. Hingga kami memutuskan sholat di pom bensin dan beristirahat cukup lama. Kami melanjutkan perjalanan yang ternyata sudah dekat dengan perbatasan sleman-klaten. Kamipun langsung pulang kekosan masing-masing dan tertidur lelap.
Niat hati mendaki gunung lawu, apa daya berujung road trip (plus nyasar-nyasar).

Sekian catper pendakian gagal ini. Semoga Allah bersegera menghentikan badai sehingga diklat tanggal 30 maret – 1 april esok lancar tak terkendala suatu apapun. Amin ya Rabb.

Senin, 05 Maret 2012

SISI LAIN GATOTKACA


Gatotkaca adalah seorang patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Kesaktian bangsa dewa mempercepat proses dewasanya. Dia adalah putra kedua Raden Bima, kerabat kedua Pandawa. Lahir dari ibu keturunan bangsa raksasa bernama Dewi Arimbi, seorang ibu yang hidup selamanya dalam kemelut rasa bersalah karena tidak pernah bisa menimang dan menemani masa kecil sang Gatotkaca.

Gatotkaca adalah seorang kesatria. Ia memiliki kesaktian yang luar biasa. Tak ada senjata yang mampu melukainya, kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu. Senjata yang memang disiapkan menembus kulit tubuhnya. Dibuat pula oleh bangsa dewa.

Gatotkaca adalah seorang pahlawan. Dia menjadi benteng bagi semua keluarga dan sesepuhnya. Dia membela setiap jengkal wilayah negaranya. Dia sangat disiplin menjaga amanah. Loyal terhadap segala apa yang dijunjungnya. Membela setiap kebenaran. Menghancurkan setiap angkara murka.

Tapi, Gatotkaca selalu hidup dalam kesendirian! Dia selalu memendam dan menekan setiap kecewa di dasar hatinya. Tak ada orang di sekitarnya yang diajaknya berbagi. Dia terlalu angkuh untuk bisa mengutarakan setiap perasaannya. Dia selalu menelan beban rasa bersalah dalam dirinya. Dia selalu merasa hidup sendiri di tengah kehangatan orang-orang terdekatnya: meaningless, lonely, stillness, and darkness…

http://www.goodreads.com/book/show/6404317-the-darkness-of-gatotkaca

Minggu, 12 Februari 2012

FILOSOFI TEMBANG LIR ILIR

Lir-ilir, Lir-ilir, 
Tandure wus sumilir,
Tak ijo royo-royo, Tak sengguh penganten anyar.
Cah angon – cah angon, Penekno blimbing kuwi,
Lunyu-lunyu ya penekno, Kanggo mbasuh dodotiro.
Dodotiro – dodotiro, Kumitir bedah ing pinggir,
Dondomana jlumatana, Kanggo seba mengko sore.
Mumpung padang rembulane, Mumpung jembar kalangane,
Yo suraka, surak hiyo.



Uraian “Lir-ilir Tandure Wis Sumilir”
Kata Lir-ilir berasal dari bahasa Jawa “Ngelilir” yang bahasa Indonesianya ialah terjaga / bangun dari tidur. Maksudnya ialah, orang yang belum masuk (agama Islam) dikatakan masih tidur / belum sadar.

Pada tembang di atas, kata “Lir-ilir, Lir-ilir” (diulang sebanyak dua kali), maksudnya ialah “bangun-bangun”, bangun ke alam pemikiran yang baru, yaitu Islam.

Sedangkan baris “tandure wis sumilir”, terdiri dari :
“tandure” berarti “benih” yang ditanam.
“wis sumilir” berarti sudah tumbuh.

Jadi, baris “tandure wis sumilir” sama dengan benih yang ditanam sudah mulai tumbuh. Benih di sini berarti iman, yaitu iman Islam.

Pada dasarnya semua manusia yang terlahir di muka bumi ini telah dianugerahi benih berupa iman oleh Allah swt. Disadari atau tidak bergantung pada orang-orang yang bersangkutan. Jika orang yang bersangkutan tersebut “sadar” akan adanya benih itu dalam dirinya dan mau merawat dengan baik setiap harinya, maka benih itu akan tumbuh subur, tentunya akan menghasilkan buah yang baik pula.

Perawatan benih iman itu dapat berupa :
-Membaca Al Quran atau bacaan-bacaan Islam lainnya.
-Menghadiri pengajian.
-Mendengarkan khutbah mimbar agama Islam
-Menjalin hubungan baik / silaturrahmi dengan sesama.

Masih banyak lagi pupuk-pupuk / makanan rohaniah lainnya, yang tentunya dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.

Uraian “Tak Ijo Royo-Royo, Tak Sengguh Pengantin Anyar”
 “Tak ijo royo-royo” – Dibuat tumbuh subur, daunnya hijau nan segar. Maksud kalimat tersebut nampaknya menekankan “penampilan" tentang pribadi muslim yang menyenangkan. Adanya benih iman yang selalu dirawat yang menjadikan pribadi muslim sehat jasmani dan rohani. “Ijo-royo-royo” merupakan lambang tanaman yang subur karena dirawat dengan baik.

“Tak sengguh penganten anyar” – pengantin baru. Pengantin ialah pasangan mempelai. Analogi ini disangkutkan dengan manusia atas keyakinan imannya, yang baru bertemu menjadi pengantin. Pasangan / pengantin baru ialah orang yang sangat berbahagia hidupnya. Begitu pula dengan “tak sengguh penganten anyar,” orang yang telah bersanding dengan keyakinan iman Islam.

Jadi, maksud dari “Tak ijo royo-royo, tak sengguh pengantin anyar” berarti benih iman seseorang yang dirawat dengan baik akan menghasilkan seorang muslim yang baik pula. Kebahagiaan seorang muslim di sini ibarat pengantin baru.

Iman yang kokoh yang digambarkan dengan “tak ijo royo-royo” tadi, haruslah selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Tumbuhan bisa tidak “tak ijo royo-royo” lagi bila terkena hama. Analogi ini bisa kita kaitkan dengan iman seorang muslim.

Penjagaan iman supaya tetap kokoh haruslah mampu menghalau hama-hamanya (contoh : tindakan kemungkaran). Berjudi, mencuri, zina, minum minuman keras, dan sejenisnya merupakan hama iman yang harus segera dibasmi.


Uraian “Cah Angon – Cah Angon, Penekno Blimbing Kuwi”
“Cah angon” berarti anak gembala. Kata-kata tersebut diulang bahkan dua kali, yang berarti di sini terdapat penekanan, adanya perintah yang penting. Perintahnya yaitu : “penekno blimbing kuwi” (panjatlah belimbing itu). Perintah ini diberikan kepada bawahan / kedudukan yang lebih rendah dari atasan / kedudukan yang lebih tinggi. Analogi ini sepintas berkesan “orang tua yang memerintah anaknya.”

Mengapa yang harus diperintah ialah “cah angon?” Ada gembala, pasti ada yang digembalakannya. Arti cah angon (bukan hanya anak semata) ialah manusia. Manusia yang sebagai gembala menggembalakan nafsu-nafsunya sendiri. Nafsu-nafsu yang dimiliki setiap orang ini, kalau tidak digembalakan, bisa merusak dan tentunya banyak melanggar perintah / aturan agama. Pribadi manusia haruslah bisa berperan sebagai gembala yang baik. Intinya, “cah angon” merupakan sebutan yang diperuntukkan untuk seorang muslim yang menjadi gembala atas nafsu-nafsunya sendiri.

“Penekno blimbing kuwi.” Ini bukan berarti harus memanjat buah belimbingnya, namun “panjatlah pohon belimbing itu.” Perintah yang harus dipanjat ialah pohon belimbingnya (untuk meraih buahnya). Timbul pertanyaan, mengapa harus belimbing yang dijadikan contoh di sini, kok tidak durian atau strawberi?

Kita tahu bahwa belimbing mempunyai 5 sisi. Nah gambaran ini sebenarnya merujuk kepada rukun Islam yang lima yaitu dua kalimat syahadat, shalat, puasa, zakat, haji.


Uraian “Lunyu – Lunyu yo Penekno kanggo Mbasuh Dodotiro”
Bahasa Indonesia dari “Lunyu-lunyu yo penekno” ialah “Meskipun licin, tetap panjatlah” (baris ini berhubungan dengan baris sebelumnya “Cah angon-cah angon, peneken blimbing kuwi”).

Licin merupakan sebuah penghambat bagi si pemanjat. Haruslah memanjat dengan sungguh-sungguh dan hati-hati. Jika tidak, maka akan tergelincir jatuh.

Sama halnya dengan perintah agama. Jika tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin bila tergelincir ke neraka. Analogi secara kasat mata, jalan turun memang lebih mudah daripada jalan naik, jalan menuju neraka lebih mudah daripada jalan menuju ke surga. Bukankan minum minuman keras, judi, berzina, berdusta, memfitnah lebih mudah daripada mencegah kemungkaran, mengerjakan sholat dan berpuasa? Namun, bagi “cah angon” yang taat, perintah Allah untuk memanjat “blimbing” tadi bukanlah beban dan bukan sesuatu yang berat baginya (untuk meraih buah yang lezat, yaitu surga).

“Kanggo mbasuh dodotiro” mempunyai maksud : berguna untuk membersihkan atau mensucikan kepercayaan kita, hingga benar-benar menjadi kepercayaan yang suci. Dodot ialah pakaian kebesaran di lingkungan kraton. Dodot = pakaian. Analogi ini diibaratkan sebagai “kepercayaan.” Pada zaman “WaliSongo” dulu, banyak orang yang memeluk agama Hindu, Buddha, dan Animisme. Hal-hal seperti itu dicuci dengan “iman Islam” oleh WaliSongo, hingga jadilah agama yang bersih dan benar yaitu agama Islam. Salah satu pembersihnya yaitu rukun Islam yang lima.


Uraian “Dodotiro – Dodotiro Kumitir Bedah ing Pinggir, Dondomana Jlumatana, Kanggo Seba Mengko Sore”
Keterangan sebelumnya menerangkan bahwa “dodot” untuk menggambarkan agama atau kepercayaan yang dianut. “Kumitir bedah ing pinggir” artinya : banyak robekan-robekan di bagian tepi.

Berikutnya terdapat perintah “dondomana jlumatana” – dijahit/diperbaiki. Pakaian yang rusak tadi hendaklah diperbaiki agar pantas dipakai lagi.

Demikian halnya dengan kepercayaan kita. Bila rusak (karena dosa-dosa yang telah dilakukan), hendaknya diperbaiki dengan jalan memohon ampun kepada Allah (taubat) dan melakukan rukun Islam sebaik-baiknya.

“Kanggo seba” mengandung arti : “datang, mengahadap Yang Maha Kuasa, yaitu Allah.” Sedangkan “sore” mengandung maksud “akhir dari perjalanan.” – Akhir dari perjalanan manusia.

Jadi, maksud dari “Kanggo seba mengko sore” yaitu : “untuk menghadap Allah nanti bila perjalanan hidup sudah berakhir.” Hikmahnya yaitu bagaima kita melaksanakan perintah dalam mengamalkan rukun Islam dengan baik sebagai bekal untuk menghadap Allah kelak ketika hidup sudah berakhir.


Uraian “Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane”
Terjemahan bahasa Indonesia-nya ialah : “selagi terang sinar bulannya, selagi luas kalangannya.” [ terang bulan yang jelas saat malam hari.]

Tanpa cahaya bulan pada malam hari (tanpa penerang apapun) akan gelap gulita, tidak dapat melihat apa-apa. Maksudnya, disaat “gelap” orang akan sulit (bahkan tidak mampu) membedakan yang haq dan batil (mana yang baik/benar dan mana yang buruk/salah/haram).

Namun, pada suasana gelap itu sesungguhnya terdapat “sinar penerangan” dari cahaya bulan (Sinar Islam), sehingga bisa nampak jelas mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang haq dan mana yang batil.

“Mumpung jembar kalangane” – Luas cakupan sinar bulan, mampu menerangi daerah yang luas.

Jadi, maksud dari “Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane” adalah mumpung masih ada kesempatan bertaubat untuk meraih surga (menek blimbing) itu / untuk melaksanakan perintah agama, yaitu rukun Islam yang lima tadi. Hal ini dikarenakan dengan adanya Sinar Islam itu, kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kesempatan yang baik dan luas itu jangan sampai disia-siakan begitu saja. Semua itu merupakan ajakan untuk seluruh umat manusia agar melaksanakan kelima rukun Islam dengan baik dan benar.


Uraian “Yo Surako, Surak Hiyo”
Baris di atas (mari bersorak-mari bersorak) ialah ajakan untuk bersorak. Sorak merupakan ekspresi kebahagiaan dan kesenangan bagi yang bersangkutan.

Mengapa harus berbahagia? Tak lain ialah karena ia sudah berhasil melaksanakan perintah “Penekna blimbing kuwi, lunyu-lunyu ya penekna.” Bahagia atau senang ini diperoleh sebagai hadiah dari pekerjaannya “menanjat belimbing itu” (surga).

Inti dari baris tersebut ialah, mengajak “Si Cah Angon” (seorang muslim) yang telah melaksanakan perintah “penekna blimbing kuwi” dengan baik, untuk berbahagia karena akan memperoleh pahala yang berupa surga.